Kegagalan gerakan buruh dalam mengawal isu kesejahteraan buruh menjadi satu problematika yang hangat dibicarakan. Semangat buruh di Indonesia seakan menurun dalam mengambil sikap perjuangan atas hak kesejahteraan. Gerakan yang mulai karut marut pada sektor buruh itu sendiri menjadi sebuah potret miris yang harus segera dibenahi. Buruh yang selalu identik akan api suara perjuangan ini seakan dilemahkan oleh buruh itu sendiri. Problematika yang seharusnya tidak terjadi pada ranah internal suatu gerakan kolektif yang menjunjung tinggi kesejahteraan bersama ini, nyatanya ciut dihadapan kebijakan-kebijakan yang semena-mena milik pemerintah. Sikap kolektif buruh seharusnya harus kembali bermetmorfosa menjadi suatu api yang bukan hanya melahirkan keberanian tetapi memanjangkan nafas perjuangan atas kesejahteraan bersama.